Anggaran Randis Dirasionalisasikan, Perbaikan Randis Dihilangkan Pemkot Makassar

sulsel.hallobanua.com, Makassar - Beberapa anggaran dinilai tidak efektif dianggarkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2021. Hal tersebut dibeberkan Wali Kota Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto bahwa anggaran pemeliharaan bensin untuk kendaraan dinas (Randis) sebesar Rp 10 Milliar tidak sesuai peruntukkannya.

Sebelumnya Danny Pomanto sapaan akrab Ramdhan Pomanto mrngaku sudah memangkas sebesar Rp 670 Milliar di APBD-P 2021 karena dinilai ada pemborosan anggaran dan disebutnya untuk senang-senang pegawai.  

"Ada beberapa yang kembali memang kita pastikan anggarannya kita rasionalisasikan. Salah satunya itu uang bensin kendaraan dinas sebesar Rp 10 Milliar lebih karena mobil tidak jalan tetap diisi bensin. Saya temukan bahwa ada beberapa yang tidak efektif," ungkapnya, Rabu (15/09/2021).

Lanjutnya anggaran akan terus melakukan rasionalisasi anggaran tersebut pada APBD Perubahan 2021. Terkait temuannya bahwa mobil dinas yang sebenarnya sudah rusak pun tetap diisi bensin, akan melihat kembali jumlah kendaraan dinas yang dimiliki Pemkot Makassar yang masih beroperasi.

"Saya juga sudah tidak mau lagi ada pemeliharaan, tidak ada lagi pembiayaan perbaikan mobil dinas. Jadi pejabat yang memakai mobil dinas itu melakukan perbaikan sendiri, tanggung kalau rusak," tegasnya.

Belum lagi, beberapa kendaraan dinas yang dipakai oleh mantan pejabat sebelumnya belum dikembalikan ke Pemerintah Kota Makassar. Danny menilai terlalu banyak anggaran digunakan untuk senang-senang pegawai. Danny mengungkapkan dana itu akan digunakan untuk jalan-jalan hingga foya-foya. 

"Tidak ada yang bisa kita bangun apa-apa ini. Cuma kasih habis uang saja untuk pegawai, untuk senang-senang saja," tuturnya.

Dhita Anggraeni/Sywl
Baca Juga
Hallosulsel

Follow Instagram Kami Juga Ya