Komisi D DPRD Makassar Minta Tindak Tegas Pungli di Disdik Makassar


sulsel.hallobanua.com, Makassar - Dugaan Punguntan Liar (Pungli) kembali terjadi di Dinas Pendidikan (Disdik) Makassar. Baru-baru ini Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Makassar sudah mengantongi sejumlah nama ASN yang melakukan pungli dengan nilai Rp2 juta hingga Rp2,5 juta tiap orang.

Menurut Ketua Komisi D DPRD Makassar, Wahab Tahir mengaku akan melakukan pemanggilan terhadap oknum dan kepala Disdik Makassar. Untuk meminta keterangan terkait oknum yang melakukan jual beli tanda yangan untuk kenaikan pangkat.

"Kita kembali dikejutkan dengan adanya laporan pemeriksaan bahwa ada oknum ASN yang kemabli lakukan pungli di Disdik. Kita akan memanggil oknum-oknum yang diduga terlibat dalam kasus pungli di Disdik," tegasnya di Gedung DPRD Makassar, Kamis (08/07/2021).

Lanjut Legislator Fraksi Golkar Makassar ini bahwa dugaan pungli tersebut bukan hanya dilakukan oknum ASN saja. Melainkan sudah berakar ke beberapa oknum seperti pegawai kontrak dan pihak ketiga lainnya.

"Dari laporannya itu ada oknum ASN, oknum kontrak, dan ada juga oknum yang tidak ada hubungan langsung secara struktural di Disdik Makassar tapi dia punya kemampuan melakukan intervensi,"bebernya

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi D DPRD Makassar, Fatmawati Wahyuddin mengatakan akan mengusulkan Pemkot Makassar melakukan sterilisasi pejabat di Disdik Makassar. Mulai dari pejabat struktural hingga tenaga kontrak.

"Nanti kita akan panggil dulu baru kita usulkan Pemkot untuk bertindak tegas. Kita akan publikasi dan kita akan sampaikan termasuk, jumlah ASN yang melakukan pengurusan kenaikan pangkat," tuturnya.

Adapun pungli yang dilakukan di Disdik Makassar antara lain jual beli foto, buku modul pembelajaran, hingga jual beli tanda tangan untuk pengurusan kenaikan pangkat.

Dhita Anggraeni/Syawal
Baca Juga
Hallosulsel

Follow Instagram Kami Juga Ya