Anjal Kian Marak Selama Pandemi, DPRD Makassar: Masalahnya Belum Ada Liposos

sulsel.hallobanua.com, Makassar-- Mengatasi jumlah  anak jalanan (anjal) dan gelandangan-pengemis (gepeng) sepanjang tahun 2021 yang terus bertambah selama masa pandemi.  Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Makassar mendorong penyesuaian pembangunan lingkungan pondok sosial (Liposos).

Menurut Ketua Komisi D DPRD Kota Makassar, Wahab Tahir mengatakan pengadaan pembangunan Liposos belum bisa dilaksanakan lantaran ada refocusing anggaran di Dinas terkait. Namun menyesuaikan anggaran ditahun berikutnya, ia akan mendorong anggaran untuk pembangunan tersebut.

"Memang masih agak sulit (pembangunan liposos), karena banyak anggaran di refocusing untuk penaganan masa pandemi. Tapi, Insya Allah kita bakal perjuangkan untuk dilakukan penyesuaian anggaran untuk pembangunan itu," ungkapnya di Gedung DPRD Makassar, Rabu (21/07/2021).

Hampir setiap hari gepeng maupun anjal ini sangat mudah ditemukan di sudut-sudut keramaian wajah Kota Makassar. Bahkan kini tercatat jumahnya bertambah karena berdampak pada tutupnya sekolah selama masa pandemi ini.

Tercatat berdasarkan data Dinas Sosial Makassar yang berhasil terjaring terdiri dari anjal sebanyak 78 orang, sementara pengemis termasuk dalamnya peminta sumbangan fiktif tercatat sebanyak 30 dan sisanya merupakan pengguna lem dan obat-obatan sebanyak 7 orang.

Harus ada solusi baru untuk menghilangkan citra buruk Makassar terhadap keberadaan mereka.Penangannya tidak bisa seperti sekarang, yang hanya melakukan penjaringan saja, harus ada tindak lanjutnya supaya tidak lagi menjadi gepeng setelah terjaring petugas," ujarnya.

Legislator Fraksi Golkar Makassar menganggap bahwa  kondisi kian menjamurnya aktivitas gepeng dan anjal ini sepertinya tidak dapat diterima apabila penanganannya masih itu-itu saja. Tak hanya pemerintah, namun juga masyarakat dituntut berperan untuk menjalankan program penanganan.

Sementara itu, Anggota Komisi D DPRD Makassar, Al Hidayat Samsu mengungkapkan penanganan anjal dan gepeng memang menjadi tantangan yang cukup berat. Salah satu kendalanya karena fasilitas pendukung yang tidak tersedia.Selama ini, anjal dan gepeng yang terjaring razia petugas sudah diberi pembinaan. Hanya saja, setelah dilepaskan, mereka tetap saja kembali ke jalan. 

"Memang makassar ini butuh Liposos untuk menampung mereka lalu diberikan pembinaan sampai betul-betul bisa dilepas. Sehingga ketika dia keluar bisa berkontribusi dan tidak turun lagi turun ke jalan," tuturnya.

Dhita Anggraeni/Syawal

Baca Juga
Hallosulsel

Follow Instagram Kami Juga Ya