Empat Tahun RSUD Daya Makassar Kekurangan Pasien

sulsel.hallobanua.com, Makassar-- Sejak tahun 2018 hingga 2021 sudah mengalami penurunan jumlah pasien sehingga pendapatan yang didapatkan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Daya Kota Makassar ikut menurun.

Bukan hanya itu, fasilitas hingga pengadaan obat yang sering kali tidak mencukupi bahkan kurang untuk memenuhi kebutuhan pasien di RS Daya.

"Kita bayangkan saja, bagaimaa bisa rumah sakit bisa kekurangan obat, bahkan kosong, contohnya obat yang sangat mendasar seperti asam mefenamat tidak ada," ungkap Ketua Komite Medik RSUD Daya Makassar dr. Nuralam Sam, Jumat (25/06/2021).

Terlebih lagi, setiap pengadaan alat-alat di RS, pihak manajemen tidak pernah berkoordinasi apa yang menjadi kebutuhan di RS. Selain itu, bagaimana tata kelola manajemen RS tidak mampu memaksimalkan pelayanan kepada pasien.

"Mekanisme pembagian insentif nakes jauh dari kata layak untuk seorang dokter dan perawat. RSUD Daya semakin ditinggal pergi pasien karena sarana dan prasarana yang tidak pernah lengkap," ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Komisi D DPRD Makassar, Fatmawati Wahyuddin mengaku apa yang menjadi kendala di RS karena kurangnya koordinasi sehingga perlu dilakukan evaluasi dan revisi soal regulasi baik itu perda maupun perwali yang menjadi acuan mengelola RS Daya Makassar.

"Kita koordinasikan bersama pak wali soal perda dan perwali ini sehingga koordinasi antara pihak manajemen dan fungsional bisa berjalan dengan baik. Karena mamang ini tidak mampu mengakomodir apa yang menjadi kebutuhan RS saat ini," bebernya.

dhita anggraeni/may

Baca Juga
Hallosulsel

Follow Instagram Kami Juga Ya