Tiga SMA di Makassar Mulai Sekolah Tatap Muka Terbatas

Andi Sudirman Sulaiman, PLT Gubernur Sulsel, saat membuka secara resmi sekolah tatap muka terbatas di SMA Negeri 21 Makassar, Kecamatan Tamalanrea, pada Jumat (9/4/21).

sulsel.hallobanua.com, Makassar - Tiga Sekolah Menengah Atas (SMA) di kota Makassar, telah siap melakukan sistem pembelajaran tatap muka. Ketiga sekolah itu, yakni, SMA Negeri 21, SMA Negeri 4, dan SMA Negeri 2. 

Kepala Dinas Pendidikan Sulsel, Prof Muhammad Jufri, menyampaikan, pelaksanaan pembelajaran tatap muka terbatas akan dimulai pada, Senin (14/4/21) mendatang. 

Meski sekolah tatap muka secara resmi dibuka, Prof Muhammad Jufri mengatakan, para siswa tak sepenuhnya bisa datang ke sekolah. 

Dikatakannya, pemberlakuan sekolah tatap muka menetapkan aturan hanya 50 persen siswa yang boleh ke sekolah. Bahkan di dalam kelas, hanya 50 persen yang dibolehkan ikut belajar. Selebihnya, tetap belajar online atau belajar dari rumah. 

"Pembelajaran tatap muka terbatas ini hanya dilakukan pada jenjang SMA/sederajat. Untuk di Makassar, tiga sekolah dulu. Dalam satu minggu dibatasi dengan dua hari pembelajaran dalam waktu maksimum tiga jam dengan jumlah siswa yang datang dibatasi 50 persen dari jumlah setiap kelas. Jadi siswa (yang tidak masuk sekolah), belajar di rumah dan Minggu berikutnya masuk," jelasnya, Jumat (9/4/21). 

Ia meyakinakan, para guru di tiga sekolah tersebut telah melakukan vaksinasi Covid-19. Jika ada guru yang masih belum vaksin, ia meminta harus segera melakukan vaksinasi, demi kelancaran sekolah tatap muka.  

"Kami berkomitmen bersama Dinas Kesehatan menyelesaikan vaksinasi bagi guru-guru di masing-masing sekolah itu," imbuhnya. 

Sementara itu, Plt Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Sudirman Sulaiman, mengatakan, sekolah tatap muka terbatas untuk menindaklanjuti perintah Presiden Joko Widodo. 

"Kita melakukan ini secara bertahap. Anak-anak harus disiplin, jangan ada yang lepas maskernya," ujar Andi Sudirman di hadapan para siswa SMA 21 Makassar, Jumat (9/4/21). 

Menurutnya, kembalinya sekolah tatap muka merupakan sebuah kebahagiaan, karena dirindukan oleh sekitar 24 ribu guru SMA/sederajat, sekitar 600 ribu siswa SMA/sederajat serta para orang tua. 

"Nantinya satu bulan ke depan kita akan lakukan evaluasi pembelajaran tatap muka terbatas ini," katanya. 

Dalam pemberlakuan sekolah tatap muka terbatas itu, Andi Sudirman mengajak komite sekolah, serta masyarakat sekitar untuk bersama mengawasi dan melaporkan jika ada kejadian untuk menjadi bahan evaluasi. 

Termasuk kata dia, jika ada siswa yang tak taat terhadap protokol kesehatan. Sebab, Sudirman bilang, sekolah harus menjadi tempat yang aman. Bukan menjadi tempat terjadinya penularan virus covid-19. 

"Kita berharap protokol kesehatan tentu harus diberlakukan sangat ketat, kita harus meyakinkan anak-anak aman saat datang dan aman saat pulang," paparnya. 

"Apalagi sekolah sudah melakukan sistem zonasi, jadi para siswa tinggal tak jauh dari sekolah, jadi lebih mudah untuk dikontrol," sambungnya. 

Efrat/ Yayan
Baca Juga
Hallosulsel

Follow Instagram Kami Juga Ya