Anak-anak di Makassar Bakal Dites GeNose

sulsel.hallobanu.com, Makassar - Dinas Kesehatan Kota Makassar menegaskan tidak akan melakukan vaksinasi covid-19 terhadap anak-anak. Hal itu lantaran vaksin yang ada saat ini, hanya diperuntukkan bagi orang berusia 18 tahun ke atas.

"Kan itu inveksi virus tidak mengenal usia. Tapi ini vaksinasi hanya 18 tahun ke atas," kata Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Dinas Kesehatan Makassar, Kamis (25/3/21) kepada sulsel.hallobanua.com. 

Meski anak-anak usia di bawah 18 tahun tidak akan divaksin, kata Khadija setiap anak bakal dites dengan menggunakan alat pendeteksi covid-19, yaitu GeNose. 

"Jadi untuk anak-anak diuji coba dulu di alat pendeteksi (GeNose) diliat berapa persen. Tapi mudah-mudahan tidak ada," sahutnya. 

GeNose merupakan alat pendeteksi, apakah dalam tubuh seseorang terdapat virus covid-19, atau tidak. 

Pemerintah Kota Makassar, dalam kepemimpinan Wali Kota, Mohammad Ramdhan Pomanto, mengatakan penggunaan  GeNose sebagai alat yang mendukung program pemulihan kota akibat covid-19. 

Danny Pomanto, juga mengatakan, GeNose bisa digunakan di tempat terdekat. Pemerintahannya, bakal menyiapkan GeNose di setiap RT/RW. 

"Nanti alat GeNose ini dibutuhkan untuk melakukan tracing dan testing di seluruh kelurahan, RT-RW di Makassar, untuk mendeteksi warga dan nantinya diketahui treathment yang akan dilakukan pada warga yang terinfeksi sesuai kadar gejalanya,” jelas Danny. 

Sementara itu, lanjut Khadija, vaksinasi tak menyasar anak-anak, sebab imunitas untuk anak-anak masih kuat. Sehingga, sebagai awal mula, vaksinasi diprioritaskan untuk masyarakat yang rentan. 

"Berharap, bahwa imunitas anak itu masih kuat, sehingga kebutuhan vaksinasi diutamakan kepada yang rentan terutama lansia dan pekerja2, pelayan publik, dan guru," pungkas Khadija. 

Efrat/ Yayan

Baca Juga
Hallosulsel

Follow Instagram Kami Juga Ya